Abu Farhat Photoblog

Pilgrimage of Life [Part III]

Posted in Abu Farhat Life by abufarhat on December 26, 2009


Seakan terdengar gemercik kilau pedang dan suara tentera muslimin yang tumbang. Secara peribadi, disini, di bawah Jabal Uhud inilah perang yang paling berkesan dihati umat Islam. Bukan hanya soal kesetiaan kepada perintah Rasulullah, namun lebih dari itu. Ia adalah sebuah turning point sebelum umat terbaik tersebut benar benar bersedia memikul beban yang tidak ringan. Dan 1430 tahun kemudian, kawasan tersebut menjadi antara pusat penjualan kurma terbesar di luar Madinah.


Kawasan yang beberapa hari yang lalu antara kawasan tersesak di dunia, selesai musim haji menjadi seperti pekan mati. Setidaknya tidak ada yang tinggal sekitar radius 5-10km di tempat tersebut. Hanya suara rombongan kami yang terdengar.


Betapa ironis, di Masjid Tua yang ditinggal, terabai adalah saksi kekuatan Bai’ah kepada Allah lewat lisan Rasul. Di tempat inilah tapak pembinaan Negara Pertama Islam. Ketika Rombongan 12 orang (Aqabah I) dan 70 orang (Aqabah 2) dari kaum Anshar, membuat janji setia akan membela Nabi dan para sahabat lainnya yang dari peristiwa inilah kemudia berproses kepada Hijrah. Usang, tapi cukup buat bulu tengkuk meremang. Subhanallah


Bekas rumah Khalifah Pertama, Abu Bakr yang dijadikan Masjid.


Dan Nabi membuktikan cintanya bukan dengan janji janji khayalan. Nabi mendaki bukit ini-Jabal Nur beberapa kali dalam seminggu untuk “memadu kasih” dengan Sang Pencipta di Gua Hira’. Dan pemilihan tempat tersebut bukan tanpa alasan, tetapi dari luar Gua Hira’, dapat terlihat jelas aktiviti disekitar Kaabah,pusa kegiatan kaum Quraisy. Nabi bukan melarikan diri, tapi beruzlah sembari mengatur strategi.


Di belakang pagar ini terdapat sebuah bangunan pentadbiran Madinah. Di halaman tersebut, tepat dibelakang saya adalah Tsaqafah Bani Saadah, tempat musyawarah terpenting, mencari Khalifah pengganti Rasulullah.


Di kaki Jabal Ar Rahmah. Typical pose.


Terlalu banyak Ibrah yang saya dapat kutip. Samada ketika ibadah ini dilakukan (lebih kurang 8 tahun yang lalu), beberapa ketika sesudah pulang, sampailah sekarang, ketika berceloteh diposting kali ini. Ini salah satu dari mukjizat ibadah. Kemabruran Haji bukan hanya selama 40 hari. Bukan hanya pada panggilan. Tapi ditentukan sampai dengan titik penghabisan. Ketika bertemu Rabbul Jalal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: