Abu Farhat Photoblog

Masjid, Operation Theaternya Muslim

Posted in Ibrah by abufarhat on February 1, 2009

Dua, tiga, empat menjak ni, operation theater adalah tempat yang selalu saya kunjungi, hampir setiap hari. Melihat, memerhati, sambil dicerna, pelan pelan. Semakin lama, makin banyak yang saya dapat, termasuk melihat permisalan antara ruangan operasi dengan kehidupan, betapa Maha Hebat Nya Allah dalam “mendidik” hambaNya.

Di negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia ini, masih banyak yang boleh diperbaiki, dari aspek pengetahuan, akhlak dan tanggungjawab. Membuang sampah merata rata masih sesuatu yang lazim, melaksanakan amanah merupakan suatu yang langka, dan rasa tanggungjawab masih kurang, apalagi kalau mengharapkan kebaikan yang didasari rasa kesadaran.
Tapi di ruang operasi, semuanya berubah, 180 derajat. Tidak ada yang berdiam menunggu pengarahan. Tidak ada yang saling menyalahkan. Sampah?Apalagi.Bersih.
Masing masing, dari operator, asisten, nurse, hospital attendant, bergerak efisien, membantu sedaya mungkin supaya operasi berjalan lancar.

Jadi ternyata bukan persoalan betapa besar masalah yang membelenggu leher negara garuda ini, ataupun negara negara lain termasuk tanahair Malaysiaku terchenta~. Bukan juga kerana faktor kebiasaan yang telah menjadi kelainan bawaan( congenital abnormalities). Kerana buktinya, seperti yang saya sebutkan di atas.

Mungkin ada yang berkilah, “alaaa,bukan semua orang dapat masuk operation theater, dan sebagainya..”.
Yes, betul, tetapi, Allah itu Maha Adil, maka disitulah peranan Masjid dalam kehidupan seorang muslim.
Biar di negara mana sekalipun, masjid tidak sinonim dengan ketidaksopanan, tidak kena dengan ketidakpatuhan, apalagi dengan maksiat.
Berapa kali kita dengar orang khalwat dalam masjid? Berapa kali kita dengar orang mencarut dalam masjid? Berapa kali kita tengok orang jamming dalam masjid? Berapa kali kita tengok orang pakai baju tak-cukup-kain dalam masjid?
Tapi, berapa banyak orang yang waktu dalam masjid, jadi yang paling patuh seolah syurga sajalah tempat paling layak, tetapi setelah keluar dari masjid, seolah olah, zalim Allah seandainya tidak menempatkan mereka di neraka jahannam?

Dan kemudian kita masih berani beralasan, bahwa hidayah itu belum datang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: