Abu Farhat Photoblog

the world as abu farhat sees it

Khutbah Kematian

Bila waktu telah berakhir, teman sejati hanyalah amal.

Khutbah Kematian.

Khutbah yang disampaikan selepas jenazah selesai ditanam, sebelum talkin dibaca.

Tidak ada yang lebih mengingatkan dari itu.

Jauh lebih berkesan dari khutbah nikah. Apalagi khutbah Jumaat yang telah entah berapa kali ditapis-dipotong-dirakam agar yang bersalah tak terasa yang hujung hujungnya hanya sekadar doa buat Perdana Menteri dan Raja Raja.

Khutbah kematian itu berbeza.

Kerana meski tanpa imam/khatib yang bijak bermain kata, makhluk Allah yang lain seolah bisa bicara.

“Ingatlah manusia, jika datang waktumu, wajah, tubuh yang kau banggakan dulu akan aku makan satu persatu, lapis demi lapis, sampai cuma belulang yang tersisa” ujar cacing dan mikroorganisme pengurai lainnya.

“Ingatlah manusia, kalau datang waktu itu, semua pakaian dan perhiasan yang kamu pertontonkan tidak akan kamu bawa. Dan orang orang yang kamu cintai hanya akan membelikan aku, kain putih kasar yang murah, biar sebanyak mana wang yang tersimpan” tokok si kain putih buat kafan.

“Ingatlah manusia, kalau sampai waktu itu, akulah yang akan menjadi tempat perbaringanmu, tanah merah berlumpur yang satu ketika dahulu berjingkit kaki, mengangkat kain buat menghindarnya” bicara tanah.

Buat si mati, kematian hanyalah “tempat berhenti” yang segalanya tak mungkin diundur lagi. Jadi yang paling patut mengambil ibrah siapa lagi kalau bukan kita yang masih berpijak dibumi.

“Bila waktu telah memanggil

Teman sejati hanyalah amal

Bila waktu telah terhenti

Teman sejati tingallah sepi”

p/s : Takziah buat Sabri (gigahertzz.blogspot.com) yang kehilangan ibu tercintanya. Moga ruh ibunya ditempatkan bersama orang yang beriman lainnya. Moga keluarga diberikan kekuatan untuk mengutip butir hikmah dari musibah, yang juga pasti akan sampai gilirannya buat kita semua.

Al fatihah

November 10, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | No Comments Yet

Kembalilah, Allah Kangen padamu.

Ya Allah, aku juga rindu padaMU

Beberapa waktu yang lalu, saya ada menonton sebuah rancangan di televisyen yang mewawancara seorang dari artis perempuan Indonesia. Dalam perbualan tersebut, pelakon wanita pertengahan 30 tahun itu diminta menceritakan peristiwa hidup yang paling berkesan bagi beliau.

Beliau menceritakan :

“Ketika masih sibuk dengan pekerjaan sebagai model, saya jatuh hati pada seorang lelaki yang bukan beragama Islam. Cinta yang begitu kuat sampai sampai saya sanggup untuk menukar agama yang saya anuti selama ini padahal sebelumnya, saya adalah seorang yang termasuk sering beribadah, membaca Qur’an dan berdoa. Cinta yang begitu buta sampai saya sanggup menderhakai ibu saya yang sebenarnya hanya mahu menyelamatkan diri dan keimanan saya.

Namun ternyata, kasih sayang Allah begitu besar terhadap saya. Pada satu ketika, ketika menunggu teksi ditengah orang ramai, datang seorang perempuan, yang tidak saya kenali, secara tiba tiba menyapa.

” Mbak mbak (panggilan cik untuk perempuan Indonesia), Allah lagi kangen (rindu) sama mbak. Sudah lama kataNya Dia tidak mendengar do’a dari mbak”

Dan serentak dari itu, saya langsung menangis, semahu mahunya, seperti seorang budak kecil. Saya pulang, kembali mengerjakan solat yang sudah sekian lama saya tinggalkan, menangis sepuasnya di atas sejadah dan kemudian, dengan hidayah dan izinNya, saya masih tetap dengan keimanan sampai hari ini.”

———————————————————————————————–

Dan pengalaman rohaniah artis tersebut betul betul mengetuk hati saya,menghadirkan rasa hiba.

Betapa sangat mungkin, Allah merindukan kita yang dulu.

Merindukan kekhusyukan solat kita, merindukan keikhlasan do’a kita, merindukan suara tilawah kita, merindukan taubat nasuha kita.

Merindukan pakaian muslim/muslimah kita. Merindukan tutur bicara sufi kita. Merindukan kehati hatian kita dalam menjauhi laranganNya. Merindukan mengantuknya kita dalam beramal dijalanNya, merindukan munajat kita ketika dicerca saat mempertahankan jalan dakwahNya..

Sahabat sahabatku, seiman dan sefikrah. Marilah kembali, boleh jadi, Allah sedang rindu-lagi kangen padamu.

Setidaknya untuk mengucapkan, Ya Allah, aku juga rindu padaMu.

October 29, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | No Comments Yet

The Ship Maker [Part II]

kikir kayu

ice breaking

dua orang kikis

Smooth

potong besi

dji sam soe

drill

sumbat lubang

ukur kayu

sapu lantai

The Ark

October 7, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | No Comments Yet

The Ship Maker-[Part 1]

Antara daya tarik utama Kabupaten Bulukumba adalah kemahiran membuat kapal (Handmade!) yang tinggi. Usaha turun temurun tersebut memang diakui secara antarabangsa.

Mereka pernah membuat kapal The Black pearl-persis seperti dalam filem Pirates of Carribean.

Meski mahal kerana proses pembuatannya yang rumit, namun nilai seni yang tinggi membuat daerah ini hampir tidak pernah sepi dari pesanan.

Pesisir Bulukumba

boat hijau

Bahagian Depan (bandingkan besar kapal ni dengan kapal hijau tu)

tangga

bawa kayu

kapal berlatarbelakangkan bulukumba

sense of scale

October 4, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | 2 Comments

Taqabbalallah Minna Wa Minkum

Maghrib 28 Ramadhan 1430

Assalamualaikum wbt semua

Rasanya tak terlambat untuk saya mengucapkan Selamat Hari Raya Eid Fitri kepada semua, khususnya pembaca photoblog ini. Mudah mudahan hiburan Syawal ini memberikan semangat untuk terus menjaga adab Ramadhan setidaknya sebelum sampai Ramadhan yang selanjutnya kerana Allah tidak hanya menilai hamba hambaNya pada bulan Ramadhan, pada sepuluh terakhir Ramadhan mahupun malam malam ganjil didalamnya. Tauhidullah sudah panjang lebar membahas soal itu.

Oleh kerana Laptop satu satunya masih rosak, maka kegiatan menulis saya sedikit sebanyak terganggu. Kesempatan yang sedikit tidak sebanding dengan apa yang saya ingin kongsi bersama. Jadi for the next few posts, kemungkinan besar lebih banyak gambar yang berbicara.

Sekali lagi, Selamat Hari Raya, seribu kemaafan saya pohon atas nama peribadi dan keluarga, jika ada salah dan khilaf, yang saya sengaja atau tidak, kepada pembaca sekalian. Saya ingin Ramadhan yang lalu bermakna, meski kecil, dan anda dapat sangat membantu, dengan memberikan kemaafan, dan mendoakan keampunan buat saya.

Jika boleh, minta tolong sedekahkan Al Fatihah buat Almarhum Bapa saya, Jamalludin Abu Bakar yang sudah 16 tahun berlebaran dibawah sana. Al Fatihah…

September 29, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | No Comments Yet

Makassar-Takalar-Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba [Kampung Nelayan]

September 29, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | No Comments Yet

Makassar-Takalar-Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba [The Trip]

iPhotog

Ipin

Musab

Tepi pantai Bantaeng

Berhenti di Masjid kecil di Bulukumba-Qadha Hajat

Berkemas pulang

September 29, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | No Comments Yet

It’s been awhile

Graduation by Abu Yusuf

Assalamualaikum wbt semua

Dan dah beberapa menjak sejak kali terakhir saya mengupdate teratak online ini.

Kerosakan laptop, hilangnya internet connection dan yang terpenting bulan Ramadhan itu sendiri memiliki pengaruh dalam menyumbang terhadap hal diatas.

Ramadhan tahun ini tak beza jauh dengan Ramadhan yang sebelumnya, maksud saya jika dilihat dari suasananya. Kalaupun ada yang lain, adalah waktu lapang saya yang cenderung lebih banyak.

Ala Kulli Haal, setelah menunggu selama 3 bulan, akhirnya pada 3hb September yang lepas, saya telah selamat mengangkat sumpah kedokteran yang bunyinya lebih kurang…

“Dan dengan mengucapkan sumpah ini, kamu berhak atas gelar DR beserta TANGGUNGJAWAB DAN KONSEKUENSI dari gelar tersebut”.

Ini bukan soal status sosial. Tapi tanggungjawab yang kali terakhir saya berfikir mengenainya adalah pada hari pertama sampai di bumi Makassar yang kemudian beban tersebut pudar seiring dengan waktu sampailah kalimat diatas mengingatkan saya kembali.

Nikmat yang menutupi tanggungjawab. Atau lebih tepat, tanggungjawab yang dibungkus oleh nikmat.

3:8 “Our Lord!” (they say), “Let not our hearts deviate now after Thou hast guided us, but grant us mercy from Thine own Presence; for Thou art the Grantor of bounties without measure.

September 8, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | 10 Comments

Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan

Diceritakan oleh Humaidi Abdullah bin Zubair berkata dikatakan bahwa Sufian berkata kepada kami Yahya bin Said Al-Ansari berkata Muhammad Bin Ibrahim mengatakan kepada saya bahwa ia pernah mendengar Alqamah bin Waqash al-Laitsi, ia berkata, “Saya mendengar Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu berkata diatas mimbar : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Salam Ramadan semua.

Puasa sama seperti amal ibadah atau manasik lainnya dalam Islam.
Bukan sahaja tidak bersalahan dengan rasional akal manusia, tapi mempunyai manfaat atau hikmah yang tak habis digali.

Yang membezakan hasil atau outcome dari ibadah, termasuk puasa, adalah niat.

Barangsiapa yang berpuasa dengan niat nak kurus, dan bersungguh sungguh dengannya, InsyaAllah, dipenghujung Ramadhan, dia akan mendapatkannya.
Begitu juga yang ingin mengaut untung dari lapar dan dahaganya manusia.

Dan barangsiapa yang berpuasa, Demi Tuhannya, Demi kasih dan cinta padanya, seseungguhnya dia benar benar telah memiliki lebih dari seluruh bumi, langit dan diantaranya.

August 22, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | 2 Comments

Sokong Pasukan apa untuk EPL 2009/2010?

EPL

Arakian, English Premier League a.k.a EPL Season 2009/2010 dimulai. Event yang menjadi tontonan jutaan orang itu menampilkan pasukan pasukan baru atau pasukan yang lama tetapi dengan muka baru.

Para peminat bola sepak pun dah mula pasang kuda kuda, bersemangat men’support‘ team yang bakal mereka sokong setidaknya untuk 12 bulan kedepan. Ada yang masih setia menyokong kelab/pasukan yang lama (yang mereka sokong season sebelumnya), namun tak kurang yang sudah beralih arah. Mereka mereka yang dalam golongan kedua mungkin punya alasan masing masing sendiri, dari keluarnya pemain/manager dari kelab yang mereka bermati matian mempertahankannya, atau kerana masuknya muka muka baru.

Namun, pasukan apa pun yang disokong, bukan lah satu persoalan. “No big deal” orang putih cakap. Yang penting, adalah masing faham dan tahu, kenapa dan mengapa mereka memilih team tersebut, bukan yang lain.

Ini penting, supaya pada masa akan datang, tak terjadi hal hal yang aneh, akibat dari tidak memikirkan hal tersebut sebelumnya. Misalnya, kalau mereka yang lahir/menetap di Manchester merasakan bahang “Derby” jika Manchester City FC dan Manchester United berlaga. Itu normal, tapi kalau orang yang lahir dokek Bahau (misalnya) dan kemudian bosar dokek Ghombau, ikut panas, itukan aneh.

Kebencian dan permusuhan antara Liverpool dan Manchester United misalnya tak perlu terbawa bawa sampai saling maki yang hanya menggambarkan kebodohan sampai Rafael Benitez dan Alex Ferguson pun malu nak mengaku supporter.

Apalagi kalau memilih pasukan sebab ” Saya sokong team ni sebab banyak pemain hensem”. Itu memang tidak boleh pergi (tak boleh bla).

Jangan sampai kita jadi tak jelas prinsip, kita menyokong peribadi, bukan sistem. Kita melihat individu, tapi tidak menilai secara kolektif.

Dan sekarang kita masuk ke poin yang saya nak cuba kongsi dan sampaikan.

Begitulah juga cara kita berislam.

Dah berapa tahun kita hidup?
Dah berapa lama kita akil baligh?
Dan dah jelaskah kita kenapa kita beragama Islam?
Sebab mak bapak aku Islam?
Malas pulak nak tukar?
Sebab Michael Jackson kononnya masuk Islam?
Sebab kalau kat Malaysia, hari perayaan umat Islam paling meriah?
Sebab dalam kad pengenalan dah tulis; Agama : Islam. Kalau nak ganti leceh, kalau hilang IC saja dah leceh, apalagi kalau nak ganti…
Sebab tu?

Ketidakfahaman tentang hal tersebut yang kemudian bakal bawa pada hal yang selanjutnya seperti :

Dalam solat elok tutup aurat, sampai lagi labuh dari kain langsir, habis solat, kain buruk lap pinggan lagi panjang.
Di Malaysia, “Beef Gelatine” dalam sugus pun dikira syubahat, dekat London, tiap tiap hari pesan KFC 2 bucket; darurat katanya.
Dari kecil mak ayah bimbing dengan Islam, dah besar, sanggup pindah agama sebab jumpa yang kononnya kekasih hati sampai mati.
Dari kecil dibelikan, dipakaikan mak tudung yang lebih besar dari 1/3 badan, walaupun masa tu masih comot dan tak tau apa apa lagi, makin tambah umur, badan makin besar, tudung yang makin kecil.
Tak tahu pulak kalau tudung pun macam Handphone, makin maju, makin kecil.

Okay, kita naik satu level lagi dalam berislam.

Keterlibatan kita dalam pertubuhan dakwah.

Mengertikah kita? Fahamkah kita? Tahukah ita, kenapa “kenderaan dakwah” ini yang kita pilih?

Takkan sebab mak ayah lagi?
Takkan sebab kita suka politik, itu yang kita pilih.
Takkan sebab cikgu atau orang yang kita hormati/kagumi kita dulu join tu, sebab itu kita pon join sekali?
Sebab di situ, merokok tak dilarang, jadi itu yang jadi pertimbangan?
Sebab ada orang yang kita minati, cantik, manis, pandai, bertudung labuuuh lagi. (yang ni yang paling tak boleh pakai)

Kalau kita faham, insyaAllah, macamana pun arahan dakwah yang kita dapat, atau seberapa hebat pun orang dakwah yang kemudian berubah. Kita tetap. Thabat.

Sebab kita tahu, faham, dan yakin tentang apa yang kita cari.

August 16, 2009 Posted by abufarhat | Uncategorized | | No Comments Yet